Kamis, 18 Februari 2016

SENI BUDAYA


Bab 1 Seni Lukis
A.   Pengertian seni lukis dan gaya lukisan
1.      Pengertian lukisan
a.       Soedarso Sp
Melukis adalah kegiatan mengolah medium dua dimensi atau permukaan datar dari objek tiga dimensi untuk mendapakan kesan tertentu dengan melibatkan ekspresi, emosi, dan gagasan pencipta secara penuh.
b.      Secara umum seni lukis adalah sebuah pengembangan dari menggambar, biasanya memiliki keunikan atau cirri khas tersendiri.
2.      Aliran gaya lukisan
Lukisan memiliki cirri khas, tema, dan teknik yang disebut gaya atau aliran. Berikut contoh gaya aliran lukisan:
a.       Representative
·         Naturalisme
Adalah aliran seni lukis yang penggambarannya alami atau sesuai dengan keadaan alam. Pelukis yang beraliran ini antara lain basuki Abdullah, Abdullah Suryobroto, Mas Pringadi, Wakidi, Claude, Rubens, Constable, dll.
·         Realisme
Yaitu aliran yang memandang dunia tanpa ilustrasi, apa adanya tanpa menambah atau mengurangi objek, penggambarannya sesuai dengan kenyataan hidup. Pelukisnya antara lain Trubus, Wardoyo, Tarmizi, S. Sudjojono, dan Dullah.
·         Romantisme
Yaitu aliran lukisan yang bersifat imajiner. Aliran ini melukiskan cerita-certita yang romantis, peristiwa dasyat atau kejadian yang dramatis. Pelukisnya antara lain Raden Saleh, Francisco Goya, dan Truner.

b.     Deformatif
·        Ekspresionisme
Yaitu aliran seni lukis yang penggambarannya sesuai dengan kejadian jiwa sang perupa yang spontan pada saat melihat objek karyanya. Perupa yang beraliran ini adalah Vincent Van. Gogh, dan Affandi.
·        Impresionisme
Yaitu aliram seni rupa yang penggambarnnya sesuai dengan kesan saat objek tersebut dilukis. Perupa yang berliran ini adalah Claude Monet, Georges Seurat, Paul Cezanne, Paul Gauguin, dan S. Sudjojono.
·         Surialisme
Yaitu aliran seni lukis yang menyerupai bentuk-bentuk yang sering terjadi dalam mimpi. Pelukis yang beraliran ini yaitu Salvodor Dali.
·         Kubisme
Yaitu aliran seni lukis yang penggambarannya berupa bidang segi empat atau bentuk dasarnya kubus. Pelukis yang berlairan ini adalah Pablo Picaso, But Mochtar, Srihadi, Fajar Sidik, dan Mochtar Apin.

c.       Nonrepresentatif
Nonrepresentatif adalah suatu bentuk yang sulit untuk dikenal. Bentuk adasar dari gaya ini sudah meninggalkan bentuk aslinya, dan pada prinsipnya lebih menekankan pada unsure-unsur formal, struktur, unsur rupa, dan prinsip estetik. Gaya lukis ini berupa susunan garis, bentuk, bidang, dan warna yang terbebas dari alam. Gaya ini dipelopori oleh Amry Yahya, Fajar Sidik, But Mochtar, dan Sadali.

B.   TEMA SENI RUPA MURNI
1.      Hubungan antara manusia dengan dirinya
2.      Hubungan manusia dengan lainnya
3.      Hubungan antara manusia dengan alam sekitarnya
4.      Hubungan antara manusia dengan benda
5.      Hubungan manusia dengan aktivitasnya
6.      Hubungan manusia dengan alam khayal
C.   ALAT DAN BAHAN BERKARYA SENI LUKIS
1.      Pensil
Pensil kode B menandakan jenis pensil yang lunak dan hitam dan sangat tepat digunakan untuk media menggambar. Pensil kode H menandakan jenis pensil yang keras dan sering digunakan dalam menggambar proyeksi.
2.      Pensil arang (contee)
Terbuat dari sejenis arang halus dan biasa digunakan untuk melukis protret atau mneggambar. Sifatnya hitam pekat dan agak sulit dihapus.
3.      Pastel dan krayon
Pastel terbuat dari bahan kapur dan bahan pengikat cair dan transparan, untuk mengikat pigmen dengan kapur. Pastel sering dihubungkan dengan warna-warna lembut. Krayon terbuat dari bahan kaolin dengan tepung warna sehingga terlihat lebih mengkilap dank eras.
4.      Pena/pulpen
Pena/pulpen adalah alat gambar yang digunakan untuk media tinta. Pena/pulpen terbuat dari logam dengan ujung yang bermacam-macam bentuk dan berukurannya.
5.      Tinta bak (tinta cina)
Warnanya hitam pekat dan tidak luntur jika terkena air.
6.      Cat (pewarna)
Berdasarkan basis encernya ada 2 yaitu:
a.       Cat air
Ada 2 yaitu water colour (transparan) dan poster colour (plakat)
b.      Cair minyak
Biasa digunakan untuk melukis diatas kanvas. Sifatnya tidak mudah kering dan warna lebih tahan lama.
7.      Kuas
Kuas merupakan alat yang digunakan utnuk mengecat ke media lukis. Jenis dan bentuk kuas sangat beragam dari bentuk, ukuran serta harga yang sangat bervariasi.
8.      Pisau palet
Terbuat dari aluminium tipis yang fungsinya adalah untuk mencampur cat dan membuat efek goresan pada media lukis.
9.      Palet
Palet adalah media yang digunakan untuk tempat mencampurkan cat. Palet tersedia dalam berbagai jenis ukuran.

D.   JENIS LUKISAN BERDASARKAN TEKNIK DAN BAHAN YANG DIGUNAKAN
1.      Mozaik
Teknik mozaik adalah teknik menempelkan pecahan atau lempengan kaca  yang berwarna-warni pada dinding atau lain sehingga membentuk objek tertentu.
2.      Lukisan kaca
Teknik lukisan kaca menggunakan kaca, timah, kuningan, dan tembaga sebagai penyambungnya sehingga membentuk lukisan.
3.      Lukisan cat minya (plakat)
Lukisan cat minya adalah lukisan yang bermedia kanvas dan menggunakan cat minyak dalam bentuk tube.
4.      Lukisan cat air (aquarel)
Teknik aquarel adalah melukis dengan sapuan warna tipis sehingga hasilnya transparan, media yang digunakan adalah kertas.
5.      Lukisan acrylic
Lukisan acrylic adalah lukisan dengan bahan yang disebut acrylic yang menghasilkan warna-warna yang cerah dan menyala.
6.      Lukisan batik
Lukisan batik tekniknya hamper sama dengan tata cara membatik yaitu dengan menutupi permukaan kain dengan lilin atau malam batik.

Bab 2 Seni Patung

A.   PENGERTIAN DAN FUNGSI PATUNG
Pengertian patung menurut beberapa ahli yaitu:
1.      Mike Susanto
Adalah sebuah tipe karya tiga dimensi yang bentuknya dibuat dengan cara metode subraktif (mengurangi bahan seperti memotong, manatah) atau aditif (membuat model lebih dulu seperti mengecor dan mencetak)
2.      Soenarso dan Soeroto
Seni patung adalah semua karya dalam bentuj meruang
3.      Kaliansi besar Indonesia
Patung adalah benda tiruan, bentuk manusia dan hewan yang cara pembuatannya dipahat.
4.      B.S Meyers
Seni patung adalah karya tiga dimensi yang tidak terikat pada latar belakang apa pun atau bidang maupun pada suatu bangunan.

Fungsi patung ada 6 macam yaitu:
1.      Patung religi, untuk sarana beribadah dan bermakna religious.
2.      Patug monument, untuk memperingati kejadian bersejarah  atau jasa pahlawan.
3.      Patung arsitektur, sebagai konstruksi bangunan dan bernilai estetis.
4.      Patung dekorasi, untuk menghias bangunan di rumah maupun di taman.
5.      Patung seni, hanya untuk dinikmati keindahannya.
6.      Patung kerajinan, adalah hasil para pengrajin untuk konsumerisme.

B.   BENTUK DAN JENIS PATUNG
Ada 2 jenis patung yaitu:
1.      Patung figuratif/realis
Adalah patung yang merupakan tiruan dari bentuk alam. Patung ini nyata dalam perwujudannya.
2.      Patung nonfiguratif/imajinatif
Adalah patung secara umum sudah lepas dari bentuk tiruan alam dan bentuknya abstrak. Karya ini memperlakukan unsure-unsur seni rupa tersebut sebagaimana adanya, objek atau bentuk tertentu, kecuali sebagai subjek matter (titik tolak pembentukkan).

C.   ALAT DAN BAHAN SENI PATUNG
1.      Bahan
a.       Bahan lunak
Adalah material yang mudah dibentuk seperti tanah liat, sabun, lilit, plastisin.
b.      Bahan sedang
Adalah bahan yang tidak keras dan tidak lunak seperti kayu waru, kayu sengon, kayu randu, dan kayu mahoni.
c.       Bahan keras
Adalah bahan yang berupa batu-batuan dan kayu contohnya kayu jati, kayu sonorkeling, kayu ulin, batu padas, batu granit, batu andesit, dan marmer.
d.      Bahan cor/cetak (fiber, gips, logam, timah perak)
e.       Bahan lainnya (kertas atau benda bekas)
2.      Alat
a.       Butsir
b.      Meja putar
c.       Pahat
d.      Palu
e.       Tang
f.       Sendok adukan

D.   TEKNIK BERKARYA
1.      Teknik pahat (mengurangi bahan dengan alat pahat).
2.      Teknik butsir (membentuk beda dengan mengurangi dan menambah bahan lain).
3.      Teknik cor (membuat alat cetakan kemudian dituangkan adonan).
4.      Teknik las (menggabungkan bahan satu ke bahan lainnya).
5.      Teknik cetak (membuat cetakan terlebih dahulu).
6.      Teknik assembling (merakit)

Bab 3 Mengubah Lagu Modern Secara Unisono

A.   LAGU MODERN INDONESIA
1.      Jenis-jenis music di Indonesia
a.       Pop
Lagu pop yang berkembang di Indonesia memiliki cirri-ciri yaitu penggunaan ritmik yang bebas, dengan penggunaan alat music yang sederhana, lagunya mudah dicerna karena tema yang disajikan biasanya seputar kehidupan sehari-hari yang terjadi.
b.      Rock
Ciri-ciri music rock adalah alat music yang digunakan yaitu gitar dan amplifer.
c.       Jazz
Lagu yang aslinya asih datar, kemudiandiubah menjadi lebih ekspresif sesuai keinginan penyanyinya.
d.      Dangdut
Masyarakat di daerah tertentu sangat terbiasa mendengar music dangdut sebagai salah satu dalam mengekspresikan perasaannya.

2.      Musisi, penyayi, dan hasil karya lagu modern
            Para musisi atau penyanyilebih banyak bergelut di belakang layar, misalnya sebagai produser atau pencipta lagu. Namun, mereka kadangkala justru tidak lebih dikenal dibandingkan penyanyi atau musisi yang membawakan dan mempopulerkan lagu tersebut.

B.   LAGU UNISONO
unisono merupakan kegiatan bernyanyi dengan menggunakan satu suara. Ada dua hal yang dapat dipelajari untuk memberikan gambaran tentang ciri lagu unisono:
1.      Melodi utama
Melodi merupan rangkaian nada yang telah dipilih untuk mewakili keinginan pencipta lagunya agar sesuai dengan tema dan makna lagu tersebut (do-re-mi-fa-sol-la-si-do).
2.      Lirik
Lirik dan melodi lagu harus berkaitan dengan tema dan suasana lagu yang ingin dibuat oleh penciptanya. Lirik lagu biasanya terdiri dari nada untuk satu suku kata, ada juga yang satu suku kata dituliskan beberapa not.

C.     LATIHAN MENGUBAH LAGU MODERN SECARA UNISONO
1.      Tema lagu
2.      Menentukan birama
Penentuan birama ini akan memudahkan kita memiliki gambaran tentang pola irama yang akan kita buat.
3.      Membuat ritmik lagu
Membuat ritmik lagu bisa dilakukan dengan bertepuk tangan sesuai dengan irama yang diinginkan, kemudian dituliskan pada garis paranada sesuai not.
4.      Melodi lagu
5.      Lirik lagu 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar