Jumat, 12 Februari 2016

BAHASA INDONESIA


1.    TEKS EKSEMPLUM

a.       Definisi teks eksemplum
     Teks eksemplum adalah jenis genre cerita yang berkaitan dengan insiden yang di dalamnya terdapat beberapa hal yang menjadi insiden.

b.      Struktur teks eksemplum
1.      Abstrak
Merupakan bagian awal teks yang menggambarkan isis teks secara keseluruhan.
2.      Orientasi
Merupakan tahapan awal atau hal yang melatarbelakangi sebuah peristiwa dalam teks eksemplum itu terjadi
3.      Insiden
Merupakan tahapan puncak dari peristiwa yang terjadi dan tidak diharapkan oleh partisipannya. Tahapan ini merupakan tahapan inti dan merupakan puncak konflik dalam teks ini.
4.      Interpretasi
Merupakan tahapan memaknai peristiwa yang terjadi dalam insiden sehingga partisipannya dapat mengambil hikmah dalam peristiwa yang terjadi.
5.      Koda
Merupakan tahap akhir peristiwa yang terjadi dan dapat berupa simpulan atau pembelajaran dari peristiwa yang terjadi dalam teks tersebut.

c.       Fitur bahasa dalam teks eksemplum
Setiap teks memiliki cirri-cirinya masing-masing, begitu pun dengan teks eksemplum. Fitur bahasa dalam teks eksemplum sebagai berikut:
1.      Menggunakan bahasa naratif
2.      Menunjukan urutan peristiwa yang jelas
3.      Menghadirkan diri penulis(kita,aku) yang ada dalam interpretasi dan koda. Ini biasanya menggunakan proses material dan tindakan untuk mengeksplorasi insiden.
4.      Menggunkan proses relasional untuk mengeksplorasikan penilaian
5.      Menggunakan referensi teks dan hubungan leksikal untuk menunjuk ke nilai-nilai yang disarankan oleh peristiwa

d.      Contoh teks eksemplum

Wahana Maut

              Aku mempunyai pengalaman yang mengerikan lebaran tahun lalu.
Kala itu temanku berkunjung ke rumahku untuk bersilaturrahmi dan mengajakku jalan-jalan ke kota, kami berdua pergi ke wahana bermain di sana ada berbagai macam wahana yang sangat menantang salah satunya adalaha wahana Histeria dan Wahana yang berputar 360 derajat penuh, aku agak lupa namanya.
           Kami sudah memegang tiket masuk untuk menaiki wahana yang sudah kami inginkan, Histeria. Di wahana ini kami dilambungkan dari ketinggian 20 meter lebih dari permukaan tanah, berkali-kali kami merasa ngilu jatung terasa ingin lepas ketika dihempaskan dari atas ke bawah. Tak kusangka, wahana yang kami naiki mati mendadak, kami yang berada di ketinggian panik. Tak ada seorangpun yang menyangka hal ini bisa terjadi. Tak hanya aku dan temanku saja yang berteriak minta tolong, semua orang yang berada diatas bersama kami juga terlihat sangat ketakutan, bahkan adapula yang menangis. Rasanya nyawaku telah melayang, aku teringat orangtuaku kala itu, dan aku menangis sambil merintih “mama…mama…”
           Setelah hampir 30 menit berada di ketinggian, beberapa petugas datang untuk memperbaiki wahana yang kami naiki, untunglah nyawa kami dapat terselamatkan berkat usaha mereka. Kami semua merasa lega. Aku bersyukur karena Tuhan menyelamatkan kami semua. Sekarang aku merasa trauma ketika melihat wahana yang serupa.
           Oleh karena kejadian tersebut, aku selalu berhati-hati dan waspada, sebab kita tak pernah tahu apa yang akan menimpa kita. Hendaknya kita tanyakan dulu kepada petugas, apakah wahana yang akan kita naiki sudah terjamin keselamatannya atau belum.

2.    TEKS TANGGAPAN KRITIS

a.  Definisi teks tanggapan kritis
     Tanggapan dapat diartikan sambutan terhadap ucapan seseorang. Memberikan tanggapan merupakan suatu kegiatan menyambut atau memperhatikan dengan cara memberikan komentar dan mengkritisi suatu masalah.
     Berkaitan dengan pernyataan tersebut, teks tanggapan kritis merupakan teks rekaa berisi komentar, kritikan, dan penilaian mengenai subjek atau objek. Subjek atau objek tersebut dapat berupa permasalahan yang sedang hangat dibicarakan.

b.      Struktur teks tanggapan kritis
1.      Resume
Berisikan synopsis dari isi teks yang hendak ditanggapi.
2.      Deskripsi
Berisikan uraian kelebihan dan kekurangan teks.
3.      Judgement
Berisikan uraian penilaian menyeluruh terhadap kualitas teks.

c.       Ciri-ciri teks tanggapan kritis
1.      Synopsis berupa data (fakta)
2.      Uraian deskripsi berisi opini berdasarkan fakta dalam synopsis
3.      Judgement berisi kritik atau penilaian penuh

d.      Fitur bahasa teks tanggapan kristis
1.      Menggunakan bahasa baku
2.      Menunjukan fakta dan data kualitatif dan kuantitatif
3.      Menggunakan kaliamt efektif, keterpaduan paragraph
4.      Menghadirkan opini penulis secara universal
5.      Menggunakan proses penilaian yang objektif dan subjekif

e.       Contoh teks tanggapan kritis
Pelajar Bermotor
       Era globalisasi membuat banyak perubahan, termasuk mudahnya berbagai jenis transportasi canggih masuk ke dalam negeri. Hal ini membuat berbagai tren baru muncul di kalangan remaja. Salah satunya, yaitu tren pelajar mengendarai motor ke sekolah. Ada banyak alasan yang membuat pelajar mengendarai motor ke sekolah, padahal mereka tahu itu adalah sebuah pelanggaran.
       Fenomena pelajar mengendarai motor ke sekolah tidak hanya terjadi di daerah perkotaan, namun juga di desa-desa terpencil. Mereka cenderung ingin selalu tampil up to date agar mereka tidak dikatakan ketinggalan zaman. Alasan yang semakin memperkuat adalah karena orang tua mereka sibuk dengan pekerjaan yang padat. Kesibukan orang tua membuat mereka tidak bisa meluangkan waktunya untuk mengantar dan menjemput anaknya bersekolah.
       Dalam tren pelajar mengendarai motor ke sekolah memunculkan berbagai pendapat tentang kelebihan dan kekurangannya. Ada yang berpendapat bahwa berkendara motor sendiri ke sekolah lebih praktis, hemat waktu dan efisien. Siswa tidak perlu menunggu jemputan atau kendaraan umum yang lewat. Selain itu, mereka juga tidak perlu mengeluarkan biaya untuk tarif kendaraan umum yang mereka tumpangi.
       Pendapat lain mengatakan bahwa mengendarai motor ke sekolah dapat melatih kemandirian anak karena siswa bisa langsung berangkat dan pulang sekolah sendiri. Hal ini mengurangi ketergantungan mereka terhadap orang tua. Selain itu, tanggung jawab mereka akan terlatih terhadap motor yang dibawanya.
       Namun berbagai anggapan miring mengenai tren ini pun bermunculan. Sebagian besar pelajar yang mengendarai motor merupakan remaja di bawah umur yang belum memiliki SIM sehingga dapat dikatakan mereka melanggar peraturan. Banyak pelajar yang mengendarai motornya dengan ugal-ugalan, terkadang membahayakan pengguna jalan lainnya. Penggunaan motor oleh remaja juga banyak mendukung terjadinya penyimpangan. Penyimpangan ini biasa terjadi pada saat pulang sekolah. Biasanya para pelajar yang mengendarai motor sendiri tidak langsung pulang, tetapi mereka nongkrongterlebih dahulu.
       Dengan demikian, penggunaan sepeda motor seharusnya disesuaikan dengan kebutuhan remaja. Para pengendara motor harus memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan. Persyaratan tersebut meliputi umur minimal 17 tahun, telah lulus uji mengendarai sepeda motor, dan telah memiliki SIM dan STNK. Pengawasan pelajar yang mengendarai sepeda motor ke sekolah harus maksimal. Pengawasan ini harus dilakukan tidak hanya oleh orang tua, tetapi juga aparat keamanan lalu lintas, masyarakat, juga guru agar hal-hal yang tidak diinginkan dari pelajar yang mengendarai sepeda motor tidak akan terjadi. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar